Bicara
tentang perpustakaan tidak mungkin bisa lepas dari pustakawannya. Karena sebuah
perpustakaan tidak akan berkembang jika perpustakaan tersebut tidak mempunyai
pustakawan yang bisa mengembnagkan perpustakaan itu sendiri. Menjadi seorang
pustakawan tidak hanya bisa mengolah perpustakaan tapi jadi seorang pustakawan
juga harus bisa berkomunikasi dengan masyarakat yang dilayani agar perpustakaan
bisa tahu apa yang diharapkan oleh masyarakat penggunanya. Dengan komunikasi
tersebut pasti akan tercapai hubungan yang harmonis antara perpustakaan dan
masyarakat penggunanya.
Jadi
seorang pustakawan harus bisa menulis dan cerdas. Karena dengan kecerdasan
pustakawan bisa mengangkat derajatnya sendiri dimata dunia. Selama ini seorang
pustakawan tidak pernah mengeluarkan pendapatnya tentang suatu kejadian yang
terjadi di masyarakat. Mereka lebih senang memendam pendapatnya untuk dirinya
sendiri. Selama ini yang sering mengeluarkan pendapatnya hanyalah dari kalangan
ekonom, pengamat politik, dan lain-lain, namun tidak pernah ada seorang
pustakawan yang mau menyampaikan pendapatnya ke hadapan publik sehingga itu
membuat orang umun tidak menyadari dengan adanya pustakawan.
Menurut
Bapak Blasius Sudarsono ada 4 pilar kepustakawanan, yaitu:
1 . Kepustakawanan adalah
panggilan hidup.
Jadi seorang
pustakawan seharusnya dilakukan dengan ikhlas demi mewujudkan tujuan negara
yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan begitu seorang pustakawan akan
menjalankan tugasnya dengan ringan tanpa beban.
2. Kepustakawanan adalah
semangat hidup.
Sebagai seorang
pustakawan harus menjadikan profesinya sebagai semangat hidup. Karena dengan
kita bersemangat dalam menjalankan tugasnya kita akan selalu memberikan yang
terbaik untuk profesi kita.
3. Kepustakawanan adalah
karya pelayanan.
Perpustakaan adalah
lembaga yang menawarkan jasa kepada masyarakat penggunanya. Sehingga agar
tercipta hubungan yang harmonis antara pihak perpustakaan dan masyarakat
penggunanya seorang pustakawan harus membarikan pelayanan yang terbaiknya untuk
masyarakat yang dilayaninya.
4. Kepustakawanan
dilaksanakan dengan profesional.
Suatu pekerjaan akan
sukses jika orang yang menjalankannya, melalukan dengan profesional. Seorang
profesional tidak harus orang yang berpendidikan tinggi, namun orang yang profesional
adalah orang yang berdedikasi tinggi dengan profesinya. Yang melakukan
pekerjaannya dengan serius dan penuh tanggung jawab dengan tugasnya.
Kemauan
dan kemampuan adalah dua hal yang sangat penting dalan mewujudkan suatu
keinginan. Orang yang mempunyai kemauan tapi tidak memiliki kemampuan akan
lebih baik dari pada orang yang mempunyai kemampuan tapi tidak mempunyai
kemauan. Karena orang yang mempunyai kemauan tapi tidak mempunyai kemampuan
pasti akan berusaha untuk mencari kemampuan untuk melakukan keinginannya
tersebut. Sedangkan orang yang mempunyai kemampuan belum tentu mempunyai
kemauan untk melakukan tindakan yang sama dengan orang yang mempunyai kemauan
tapi tidak mempunyai kemampuan. Maka dari itu jadilah orang yang mempunyai
kemauan. Karena dengan mempunyai kemauan pasti akan berusaha untuk mencari
jalan agar mempunyai kemampuan.
Dalam
dunia kepustakawanan ada 5 sila yang harus dimiliki oleh pustakawan,
diantaranya:
1. Harus diajak untuk
menguasai dunia dan berpikir kritis.
Menjadi seorang
pustakawan harus berpikir kritis dengan apa yang tengah terjadi dalam
masyarakat. Pustakawan juga harus bisa menyampaikan aspirasi dan pendapatnya
kepada publik.
2. Harus membaca (dunia).
Seorang pustakawan
harus bisa membaca, bukan hanya bisa membaca tulisan. Namun, juga harus bisa
membaca situasi di masyarakat, baik masyarakat sekitar tempat tinggalnya, atau
pun masyaraat dunia. Hal itu dikarenakan agar seorang pustakawan tidak
ketinggalan informasi dari dunia di luar perpustakaan.
3. Harus menulis.
Menjadi seorang
pustakawan juga harus bisa menulis. Karena dengan menulis adalah salah satu
bentuk syukur kita kepada Allah SWT yang telah memberikan ilmu kepada kita.
Sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang berguna untuk kehidupan. Selain
itu juga melalui tulisan kita bisa berbagi ilmu pengetahuan yang kita miliki
kepada sesama manusia yang membutuhkan.
4. Harus memiliki
kemampuan entrepreneur.
Meskipun pustakawan
hidup atau bekerja di lingkungan yang bisa dikatakan non profit, tapi seorang
pustakawan tetap harus memiliki kemampuan entrepreneur.
Pada umumnya seorang pustakawan merasa kurang dihargai dalam hal finansial. Hal
itu dikarenakan seorang pustakawan bekerja di tempat yang kurang memungkinkan
untuk mendapatkan untung dari pekerjaannya. Maka dari itu seorang harus
berusaha untuk mendapatkan tambahan penghasilan dari jalan lain, misalnya
mendirikan badan usaha. Maka dari itu seorang pustakawan perlu memilik
kemampuanentrepreneur.
5. Harus memiliki etika.
Dalam kehidupan
sehari-hari seorang pustakawan dalam menjalankan tugasnya tidak pernah lepas
dari istilah etika. Seorang pustakawan memang harus mempunyai etika yang baik.
Karena dengan etika yang baik akan memberikan perasaan nyaman kepada pengunjung
atau pun pada sesama pegawai di mana pustakawan itu bekerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar