Kamis, 23 Mei 2013

Pandangan Publik Tentang Pustakawan


Dijaman yang sudah semakin maju seperti sekarang ini ternyata profesi pustakaan masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang tak peduli dari kalangan berpendidikan ataupun tidak berpendidikan. Bayangkan saja orang yang berpendidikan dan mempunyai jabatan tinggi saja masih memandang remeh profesi pustakawan. Sampai-sampai beliau berani memasukan orang yang sama sekali tidak tahu tentang perpustakaan sebagai kepala perpustakaan.
Orang-orang  jaman sekarang harus mulai belajar untuk memahami betapa berat dan pentingnya profesi pustakawan bagi kemajuan suatu bangsa. Mereka perlu mendapatkan pendidikan tentang profesi pustakawan agar mereka tidak memandang rendah profesi pustakawan. Bila perlu pemerintah harus memberikan pelajaran tentang kepustakawanan pada jenjang sekolah mulai tinggat SD agar mereka bisa tahu sejak dini seperti apa tugas pustakawan.
Tugas pustakawan tidaklah hanya menunggui dan menata buku ataupun hanya duduk menunggu pengunjung datang dan meminjam  buku. Dibalik sikap santainya itu sebenarnya tugas pustakawan sangat berat dan melelahkan. Namun, sebagai seorang pustakawan kita harus memberikan pelayanan yang maksimal untuk para pengunjung. Sehingga para pustakawan berusaha tidak memperlihatkan muka suntuk atau badan capeknya. Karena itu bisa membuat para pengunjung berpikiran kalau pustakawannya tidak ramah terhadap pengunjung. Mau tidak mau pustakawan harus memberikan senyum termanisnya pada semua pengunjung tanpa membedakan kelas sosialnya. Karena dengan senyum dan keramahan dari seorang pustakawan pengaunjung akan merasaa nyaman berada di perpustakaan dan mereka akan senang untuk selalu datang ke perpustakaan.
Sebagai contoh, bila ada buku baru datang, seorang pustakawan harus segera mengolahnya. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari subjeknya. Dengan cara melihat dari judulnya biasanya sudah bisa diketahui apa subjek dari buku tersebut. Namun,  Jika belum bisa ditentukan maka pustakawan harus membaca kata pengantarnya. Apabila belum bisa ditemukan juga harus melihat dari daftar isinya. Apabila belum bisa juga maka harus dibaca sinopsis dari buku yang biasanya ada di bagian belakang buku. Apabila belum bisa ditentukan juga, maka pustakawan harus membaca isi dari buku tersebut.
Setelah berhasil menentukan subkjeknya, pustakawan harus mengklasifikasikan buku tersebut agar mendapatkan nomor klasifikasinya. Nomor klasifikasi ini berguna untuk mengelompokan buku berdasarkan nomor kelasnya. Sehingga pengguna lebih cepat dalam mencari koleksi karena bisa langsung menuju rak dimana buku tersebut berada dan mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Pengguna juga tidak membuang-buang waktunya hanya untuk mencari buku yang diinginkan.
Apabila perpustakaannya masih tradisional, tugas pustakawan akan lebih berat lagi karena pustakawan harus membuat kartu katalog. Kartu katalog berfungsi sebagai alat bantu pencarian koleksi karena kartu katalog berisi deskripsi buku yang ada di perpustakaan. Agar lebih cepat dalam mencari buku pengguna bisa mencari kartu katalognya terlebih dahulu sebagai petunjuk dimana buku tersebut berada.
Apabila perpustakaan sudah modern, tugas pustakawan juga tidak kalah beratnya. Pustakawan harus menginput data tentang buku kedalam database untuk bisa digunakan sebagai alat bantu penelusuran keberadaan buku atau bisa disebut sebagai OPAC (Online Public Access Catalog). Melakukan pencarian melalui OPAC akan sangat membantu pengguna karena caranya yang mudah. Pengguna hanya perlu mengetikan kata kuncinya kemudian hasilnya akan ditampilkan. Melalui OPAC tersebut pengguna akan tahu dimana letak buku yang dicari berada.
Dengan penjelasan di atas sudah jelas bahwa pustakawan bukanlah profesi yang remeh. Karena tugas dan fungsinya sangat besar. Selain memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi. Pustakawan juga mengefektifkan waktu pencarian informasi apalagi dijaman sekarang ini yang pada umumnya orang menginginkan semuanya serba cepat.
Pustakawan juga bisa memberikan jasa pencarian informasi bagi orang yang tidak bisa mencari informasi sendiri karena kesibukannya yang sangat tinggi. Pustakawan juga bisa mendapatkan informasi yang akurat karena pustakawan sudah mendapatkan ilmu bagaimana mendapatkan informasi yang akurat secara cepat. Sehingga bisa dipertanggungjawabkan.
Sebagai seorang pustakawan kita tidak boleh merasa malu dan minder, karena profesi kita bukanlah profesi yang patut untuk diremehkan, namun patut untuk dibanggakan. Saat kita ditanya orang tentang apa pekerjaan kita oleh orang. Kita harus tegas menjawab kalau kita adalah pustakawan. Apabila mereka menganggap rendah profesi kita, kita juga harus dengan tegas menjelaskan bahwa, tanpa adanya kita mereka akan sangat menderita karena mereka tidak punya orang yang bisa memberikan banyak kemudahan dalam mencari informasi yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Mungkin bagi sebagian orang akan menjawab mudah. Kita kan bisa mencari iinformasi di internet, itu akan lebih mudah dan cepat. Namun dengan pemikiran tersebut berarti mereka tidak sadar akan kebodohan mereka sendiri. Mereka telah menghambat kemajuan yang seharusya mereka alamai. Mereka telah membiarkan otak mereka berhenti berfikir. Mereka lebih senang memakai karya orang lain untuk menyelesaikan tugas mereka sendiri. Padahal sebenarnya mereka bisa menggunakan akal mereka untuk mendapatkan solusi yang lebih baik dari pada hasil kutipan dari orang lain tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar